Sabtu, Januari 10, 2026
BerandaLainnyaPresentasi Gerbang Sangkareang, Wali Kota Mohan Dapat Apresiasi Tinggi 

Presentasi Gerbang Sangkareang, Wali Kota Mohan Dapat Apresiasi Tinggi 

Portallombok — Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana melakukan presentasi tahap akhir penilaian Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Tahun 2026. 

Presentasi dilakukan di hadapan juri di kantor PWI di Gedung Dewan Pers pada Jumat (9/1/2026). Adapun dewan juri terdiri dari Dr. Nungki Kusumastuti (dosen IKJ, penari dan artis film), Agus Dermawan T (pengamat dan penulis seni budaya, penerima Anugerah Kebudayaan RI), Sudjiwo Tejo (seniman, budayawan, mantan wartawan, anggota Tim Pakar PWI Pusat), Akhmad Munir (Ketua Umum PWI Pusat periode 2025-2030), serta Yusuf Susilo Hartono (wartawan senior, pelukis, dan penyair).

Apresiasi tinggi disampaikan dewan juri atas presentasi Wali Kota Mataram dan pencapaian mengangkat budaya Sasak melalui ikon Gerbang Sangkareang ke level nasional bahkan internasional. Anggota dewan juri Agus Dermawan T mengatakan,  popularitas arsitektur lumbung  sempat mundur belakangan ini, bahkan kian kurang dikenal di tingkat nasional. 

Agus lalu menceriatakan semasa pelukis  I Wayang Pengsong sering mengangkat arsitektur Lombok melalui lukisan lumbung ke level internasional. Banyak pelukis dari berbagai negara tertarik dengan lumbung. Kini, Wali Kota Mataram mengaplikasikan arsitektur lumbung ke dalam  Gerbang Sangkareang yang kini menjadi ikon. Bahkan dari kreativitas para perancang mengenalkan batik Mentaram  dengan mengadopsi motif Gerbang Sangkareang ke level internasional. ” Lumbung itu diaplikasikan dalam fesyen dan sebagainya serta dipentaskan  di luar (negeri). Sekarang ada Pak Mohan, saya berharap popularitas lumbung itu kembali dibangkitkan di level nasional,” katanya.

Agus juga mengatakan dirinya bersama pelukis lainnya dengan senang hati  ke Mataram untuk mengangkat budaya-budaya setempat dalam karya-karya mereka. ” Kami siap diundang dan datang ke Kota Mataram,” katanya.

Dewan juri lainnya  Sudjiwo Tejo menyampaikan masyarakat di Lombok masih memelihara dengan teguh budaya dan tradisinya. Inilah yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Dia memberikan contoh Perang Ketupat (perang topat) yang masih berlangsung di Lombok dan ini tidak dijumpai di tempat lain. Karena itu, Sudjiwo Tejo meminta agar Mohan di kepemimpinannya tetap memberikan tempat pada budaya dan tradisi lokal ini.

Dalam presentasinya Mohan memaparkan bahwa Mataram sebagai kota yang heterogen dengan berbagai macam suku hidup rukun dan harmoni. Kota Mataram juga terbuka terhadap perkembangan kemajuan dan teknologi. Yang tidak kalah penting, tetap melestarikan budaya dan sejarah. Gerbang Sangkareang sebagai  transformasi lumbung padi dan kini menjadi trademark baru Kota Mataram. ” Gerbang Sangkareang ini dibangun dan diresmikan pada tahun 2022 lalu pada periode pertama pemerintahan kami,” jelas Mohan.

Gerbang Sangkareang ini lahir dari karakter ruang dan sejarah sosial masyarakat di Kota Mataram. Inspirasinya berasal dari lumbung padi masyarakat suku Sasak. Lumbung ini sebagai simbol kemakmuran dan kesejahteraan. Lebih dari itu, lumbung padi memiliki makna sosial dan spiritual. Jug melambangkan rasa syukur, pengendalian diri serta semangat berbagi dan gotong royong yang telah mengakar dalam identitas dan budaya masyarakat Sasak. ” Sedangkan nama Sangkareang itu diambil dari nama puncak kedua tertinggi di Pulau Lombok,”  jelasnya.

Menurut Mohan, Gerbang Sangkareang tidak hanya sekedar simbol tetapi mermabat ke ekosistem ekonomi. Gerbang Sangkareang ini bukan statis, melainkan katalisator dan inspirasi masyarakat kota yang membentuk ekosistem ” budaya baru” di Kota Mataram. Ada turunan budaya yang dihasilkan  berupa Batik Mentaram, arsitektur kota dan hasil kerajinan lainnya.” Bahkan bros yang saya pakai saat ini, juga hasil dari turunan Gerbang Sangkareang,” tambahnya.

Belum lama ini, kata Mohan Batik Mentaram telah menembus panggung internasional, tampil memikat di Bellabric dan Melbourne, Australia. ” Dari tangan pengerajin lokal, Batik Mentaram terus memperkuat identitas budaya daerah yang elegan,adaptif dan mampu bersaing  di ranah global,” jelasnya.

Gerbang Sangkareang telah memberikan dampak bernilai ekonomi yakni nilai tambah nyata, lapangan pejerjaan lokal, peningkatan UMKM dan city branding yang konsisten. 

Selain Wali Kota Mataram Mohan Roliskana yang melakukan presentasi, ada sejumlah kepala daerah secara bergiliran sejak pagi. Diantaranya  Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan  Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Bupati Lampung Utara 

 Harmartoni Ahadis,Bupati Temanggung  Agus Setiawan, Bupati  Manggarai Heribertus Geradus Laju Nabit dan Bupati Blora Arief Rohman. Sedangkan tiga kepala daerah yakni 

Maya Hasmita (Bupati Labuhanbatu), Hermus Indou (Bupati Manokwari), dan John Kenedy (Bupati Padang Pariaman) melakukan presentasi melalui zoom. Ketiganya tidak hadir langsung karena ada kendala dan tugas yang tidak bisa ditinggalkan.

 Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, mengatakan penghargaan akan diserahkan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Provinsi Banten, 9 Februari 2026. ” Sepuluh kepala daerah tersebut dipilih oleh dewan juri setelah melalui penilaian mendalam terhadap proposal beserta seluruh lampirannya yang sangat lengkap. Mulai video, Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPD), peraturan daerah, tautan pemberitaan, hingga dokumentasi foto. Ada puluhan bahkan ratusan halaman berkas yang dinilai,” kata Yusuf.

Vr.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments